Kenapa Menghukum Kucing Sering Memperburuk Masalah
Memarahi, menyemprot air, atau menakut-nakuti kucing sering menambah stres dan tidak mengajarkan perilaku yang kita harapkan.
Ringkasan cepat
Intinya
- Hukuman sering membuat kucing takut, bukan mengerti.
- Kucing bisa menghubungkan hukuman dengan manusia atau tempat, bukan dengan perilakunya.
- Perilaku bermasalah perlu dicari penyebabnya.
- Latihan berbasis penguatan positif lebih aman untuk membangun perilaku baru.
Masalahnya Apa?
Saat kucing menggigit, pipis sembarangan, atau merusak sofa, pemilik sering ingin membuat kucing kapok. Masalahnya, kucing tidak selalu memahami hubungan antara hukuman dan perilaku yang baru saja terjadi.
Mitos yang Sering Beredar
Mitosnya, kucing harus dihukum agar tahu siapa yang berkuasa. Padahal rasa takut sering memperburuk hubungan dan meningkatkan stres.
Faktanya
Hukuman bisa menghentikan perilaku sesaat, tetapi tidak mengajarkan pilihan perilaku yang lebih baik. Kucing juga bisa belajar bahwa manusia di rumah tidak aman.
Kenapa Bisa Terjadi?
Jika hukuman datang setelah kejadian, kucing mungkin tidak mengaitkannya dengan perilaku tadi. Jika hukuman terjadi saat pemilik hadir, kucing justru bisa mengaitkan rasa takut dengan pemilik.
Yang Bisa Dicoba di Rumah
Cari fungsi perilakunya. Apakah kucing butuh bermain, merasa takut, tidak nyaman dengan kotak pasir, atau butuh tempat garuk yang cocok? Setelah itu, arahkan ke pilihan yang lebih aman.
Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan
Jangan memukul, membentak, menyemprot air, mengurung sebagai hukuman, atau menakut-nakuti kucing.
Kapan Harus ke Dokter Hewan?
Jika perilaku muncul mendadak atau disertai tanda sakit, cek kondisi medis lebih dulu.
Lanjutkan belajar
Baca selanjutnya
Sumber
Referensi
- AAFP/ISFM Feline Environmental Needs Guidelines - guideline - 2013